Delapan mahasiswa yang telah lolos proses seleksi di agensi periklanan besar “Deneodo” menghadapi ujian terakhir mereka. Tantangan utama mereka: dibagi menjadi dua tim—Pemerintah dan Perlawanan, masing-masing beranggotakan empat orang—dan berkompetisi dalam sebuah permainan untuk melihat pihak mana yang dapat memimpin warga negara fiktif ke dalam perang melalui kekuatan periklanan.
Siapa yang akan menang? Dan apa tujuan sebenarnya di balik seleksi terakhir ini? Sebuah permainan psikologis yang tak terduga dengan akhir yang mengejutkan yang mempertanyakan esensi periklanan itu sendiri, sifat demokrasi di era digital, dan apa arti “kebenaran” sebenarnya.










